Manfa'at Dunia Akherat

Tuesday, December 21, 2010

SISTEM PERKEMIHAN



2.1  Pengertian
Sistem perkemihan merupakan suatu sistem dimana terjadinya proses penyaringan darah sehingga darah bebas dari zat – zat yang tidak dipergunakan oleh tubuh dan menyerap zat – zat yang masih dipergunakan oleh tubuh.

2.2  Susunan Sistem Perkemihan :
1.      Ginjal
Ginjal terletak pada dinding posterior abdomen terutama di daerah lumbal, di sebelah kanan dan kiri tulang belakang, di bungkus lapisan lemak yang tebal, di belakang peritoneum, dan karena itu di luar rongga peritoneum.
Kedudukan ginjal dapat diperkirakan dari belakang, mulai dari ketinggian vertebra torakalis terakhir sampai vertebra lumbalis ke tiga. Ginjal kanan sedikit lebih rendah dari kiri, karena hati menduduki bamyak ruang di sebelah kanan.
Ginjal pada pria panjangnya 12 cm lebarnya 2,5 cm > wanita, dan tebal 1,5 – 2,5 cm. Pada orang dewasa beratnya kira – kira 140 gr.
Bentuk ginjal seperti biji kacang dan sisi dalamnya atau hilum menghadap ke tulang punggung. Sisi luarnya cembung. Pembuluh – pembuluh ginjal semuanya masuk dan keluar pada hilum. Di atas setiap ginjal menjulang sebuah kelenjar suprarenal. Ginjal kanan lebih pendek dan lebih tebal daripada yang kiri.
Struktur ginjal. Setiap ginjal dilingkupi kapsul tipis dari jaringan fibrus yang rapat membungkusnya, dan membentuk pembungkus yang halus. Di dalamnya terdapat struktur – struktur ginjal.
Warnanya ungu tua dan terdiri atas bagian korteks di sebelah luar, dan bagian medula di sebelah dalam. Bagian medula ini tersusun atas lima belas sampai enam belas massa berbentuk piramida, yang disebut piramid ginjal.

Puncak – puncaknya langsung mengarah ke hilim dan berakhir di kalises. Kalises ini menghubungkannya dengan pelvis ginjal.
Nefron. Struktur halus ginjal terdidri atas banyak nefron yang merupakan satuan – satuan fungsional ginjal ; diperkirakan ada 1.000.000 nefron dalam setiap ginjal. Setiap nefron mulai sebagai berkas kapiler ( badan malpighi ) yang erat tertanam dalam ujung atas yang lebar pada uriniferus atau nefron. Badan Malpighi terdiri atas glomerulus ( kumpulan / jaringan kapiler darah yang membentuk simpul ), dan kapsul bowman ( berbentuk mangkuk dan mengelilingi glomerulus ).  Dari sini tubulus berjalan sebagian berkelok – kelok dan sebagai lurus. Bagian pertama tubulus berkelok – kelok dan dikenal disebut simpai Henle. Kemudian tubula itu berkelok – kelok lagi, disebut kelokan kedua atau tubula distal, yang bersambung dengan tubula penampung yang berjalan melintasi korteks dan medula, untuk berakhir di puncak salah satu piramids.
Peredaran Darah. Ginjal mendapat darah dari aorta abdominalis yang mempunyai percabangan arteria renalis. Arteri ini berpasangan kiri dan kanan. Areteria renalis bercabang menjadi areteria inter lobaris kemudian menjadi arteri arkuata. Areteria inter loburalis yang berada di tepi ginjal bercabang menjadi kapiler membentuk gumpalan – gumpalan yang di sebut glomerulus. Glomerulus ini dikelilingi oleh alat yang di sebut Simpai Bowman. Di sini terjadi penyaringan pertama dan kapiler darah yang meninggalkan Simpai Bowman kemudian menjadi vena renalis masuk ke vena kava inferior.
2.      Ureter
Ureter terdiri dari dua saluran pipa masing – masing bersambung dari ginjal ke kandung kemih, panjangnya kurang lebih 25 – 30 cm, dengan penampang kurang lebih 0,5 cm. Ureter sebagian terletak dalam rongga abdomen dan sebagaian terletak dalam rongga pelvis.
Lapisan dinding ureter terdiri dari :
a.       Didnding luar jaringan ikat ( jaringan fibrosa )
b.      Lapisan tengah lapisan otot polos
c.       Lapisan sebelah dalam lapisan mukosa
Lapisan dinding ureter menimbulkan gerakan – gerakan peristaltik tiap 5 menit sekali yang akan mendorong air kemih masuk kedalam kandung kemih ( vesika urinaria ). Gerakan peristaltik mendorong urine melalui ureter yang di ekskresikan oleh ginjal dan di semprotkan dalam bentuk pancaran melalui osteum uretralis masuk kedalam kandung kemih.
Ureter kanan terletak pada pars desendens duodenum. Ureter kiri di saliang oleh vasa koplika sinistra dekat apertura pelvis superior dan berjalan di belakang kolon sigmuid dan mesenterium.
Ureter pada pria terdapat di dalam visura seminalis atas dan di silang oleh duktus diferens dan dikelilingi oleh pleksus vesikalis. Selanjutnya ureter berjalan oblique sepanjang 2 cm di dalam dinding vesika urinaria pada sudut lateral dari trigonum vesika. Sewaktu menembus vesika urinaria, dinding atas dan dinding bawah ureter akan tertutup dan pada waktu vesika urinaria penuh akan membentuk katup ( valbula ) dan mencegah pengembalian urine dari vesika urinaria.
Ureter pada wanita terdapat di belakang fossa ovarika dan berjalan ke bagian medial dan kedepan bagian lateralis serviks uteri bagian atas, vagina untuk mencapai fundus vesika urinaria.
Dalam perjalanannya, ureter di dampingi oleh arteri uterina panjang 2,5 cm dan selanjutnya areteri ini menyilang ureter dan menuju ke atas diantara lapisan ligamentum. Ureter mempunyai 2 cm dari sisi serviks uteri. Ada tiga tempat yang penting dari ureter yang mudah terjadi penyumbatan yaitu pada sambungan ureter pelvis diameter 2 mm. Menyilang vosa iliaka diameter 4 mm dan pada saat masuk ke vesika urinaria yang berdiameter 1 – 5 mm.

3.      Kandung kemih ( Vesika Urinaria )
Kandung kencing bekerja sebagai penampung urien, organ ini berbentuk buah pir (kendi). Letaknya didalam panggul besar, didepan isi lainnya, dan dibelakang simfibis pubis. Pada bayi letaknya lebih tinggi.  Bagian bawah terpasang erat dan disebut pasis.
Dinding kandung kencing terdiri atas :
1.      Sebuah lapisan serum sebelah luar,
2.      Lapisan berotot,
3.      Lapisan submukosa, dan
4.      Lapisan mukosa dari epitelium transisionil (peralihan).
Tiga saluran bersambung dengan kandung kencing. Dua ureter bermuara secara oblik disebelah basis, letak oblik ini menghindarkan urine mengalir kembali kedalam ureter. Ureter keluar dari kandung disebelah depan.
Daerah segitiga antara dua lubang ureter daan uretra disebut segitiga kandung kencing (trigonum vesika urinarius). Pada wanita kandung kencing  terletak diantara simfisis pubis, uterus dan vagina. Dari uterus ia pisahkan oleh lapisan peritoneum-ruang utero-vesika atau ruang Douglas.



4.      URETRA
Uretra merupakan saluran sempit yang berpangkal pada kandung kemih yang berfungsi menyalurkan air kemih keluar.
Uretra Pria
Pada laki-laki uretra berjalan berkelok- kelok melalui tengah- tengah prostat kemudian menembus lapisan fibrosa yang menembus tulang pubis kebagian penis panjangnya 20 cm. Ureter ada laki-laki terdiri dari :
1.      Uretra Prostatia
2.      Uretra Membranosa
3.      Uretra Kavernosa
Lapisan uretra laki-laki terdiri dari lapisan mukosa (lapisan paling dalam), dan lapisan sibmukosa.
Uretra pria mulai dari orifisium uretra interna didalam vesika urinaria sampai orifisium uretra eksterna. Pada penis pajangnya 17,5-20 cm yang terdiri dari bagian-bagian berikut:
Uretra prospatika metupakan saluran terlebar, panjangnya 3 cm, berjalan hampir vertikulum melalui glandula prostat, mulai dari basis sampai ke apeks dan lebih dekat kepermukaan anterior.
Pada dinding posterior terdapat krista uretralis yang berbentuk kulit yang dibentuk oleh penonjolan membran mukosa dan jaringan dibawahnya dengan panjang 15-17 cm tinggi 3 cm. Pada  kiri dan kanan krista uretralis terdapat sinus prostatikus yang ditembus oleh orifisium duktus prostatikus dari lobus lateralis glandula prostata dan duktus dari lobus medial glandula prostata bermuara dibelakang krista urertalis.
Uretra Pras Membranasea ini merupakan saluran yang paling pendek dan paling dangkal, berjalan mengarah kebawah dan kedepan diantara aspek glandula prostata dan bulbus uretra.
Uretra Pars Kavernosus merupakan saluran panjang dari uretra dan terdapat didalam korpus kavernosus uretra, panjangnya kira-kira 15 cm, mulai dari pars membranasea sampai ke orifisium dari diafragma urogenitalis.

Uretra Wanita
         Uretra pada wanita, terletak dibelakang simfisis pubis  berjalan miring sedikit kearah atas, panjangnya 3 – 4 cm. Lapisan uretra wanita terdiri dari tunika muskularis (sebelah luar), lapisan spongeosa merupakan pleksus dari vena-vena, dan lapisan mukosa (lapisan sebelah dalam). Muara uretra pada wanita terletak disebelah atas vagina (antara klitoris dan vagina) dan uretra disini hanya sebagai saluran ekskresi.
           

Indra Penglihatan


INDRA PENGLIHATAN


Indra penglihatan yang terletak pada mata (organ visus) yang terdiri dari organ okuli assesoria (alat bantu mata) dan okulus (bola mata). Saraf indra penglihatan, saraf optikus (urat saraf kranial kedua), muncul dari sel-sel ganglion dalam retina, bergabung untuk membentuk saraf optikus.

Organ okuli assesoria
Organ okuli assesoria (alat bantu mata), terdapat di sekitar bola mata yang sangat erat hubungannya dengan mata, terdiri dari :
Kavum orbita, merupakan rongga mata yang bentuknya seperti kerucut dengan puncaknya mengarah kedepan, dan ke dalam. Dinding rongga mata dibentuk oleh tulang : Os frontalis, Os zigomatikum, Os sfenoidal, Os etmoidal, Os paltum, Os lakrimal. Rongga mata mempunyai beberapa celah yang menghubungkan rongga mata dengan rongga otak, rongga hidung, rongga etmoidalis dan sebagainya. Rongga bola mata ini berisi jaringan lemak, otot, fasia, saraf, pembuluh darah dan aparatus lakrimalis.
Supersilium (alis mata) merupakan batas orbita dan potongan kulit tebal yang melengkung, ditumbuhi oleh bulu pendek yang berfungsi sebagai kosmetik atau alat kecantikan dan sebagai pelindung mata dari sinar matahati yang sangat terik.
Palpebra (kelopak mata) merupakan 2 buah lipatan atas dan bawah kulit yang terletak di depan bulbus okuli. Kelopak mata atas lebih lebar dari kelopak mata bawah. Kelopak mata terdiri dari 2 bagian kelopak mata atas dan kelopak mata bawah. Fungsinya adalah sebagai pelindung mata sewaktu-waktu kalau ada gangguan pada mata (menutup dan membuka mata). Kelopak mata atas lebih mudah digerakkan yang terdiri dari muskulus levator palpebra superior. Pada tepi kelopak mata terdapat silia (bulu mata). Tarsus merupakan bagian dari kelopak yang berlipat-lipat. Pada kedua tarsus terdapat beberapa kelenjar ; kelenjar tarsalia dan kelenjar sebasea dan kelenjar keringat. Fungsi kelopak mata sebagai pelindung bola mata terhadap gangguan pada bola mata.
Aparatus lakrimalis (air mata). Air mata dihasilkan oleh kelenjar lakrimalis superior dan inferior. Melalui duktus ekskretorius lakrimalis masuk ke dalam sakus konjungtiva. Melalui bagian depan bola mata terus ke sudut tengah bola mata kedalam kanalis lakrimalis mengalir ke duktus nasolakrimalis terus ke meatus nasalis inferior.
·        Muskulus okuli (otot mata) merupakan otot ekstrinsik mata, terdiri dari 7 buah otot, 6 buah otot diantaranya melekat dengan os kavum orbitalis, 1 buah mengangkat kelopak mata ke atas.
·        Muskulus levator palpebralis superior inferior, fungsinya mengangkat kelopak mata
·        Muskulus orbikularis okuli otot lingkat mata, fungsinya untuk menutup mata
·        Muskulus rektus okuli inferior (otot disekitar mata), fungsinys untuk menggerakan mata dalam (bola mata).
·        Muskulus obliques okuli inferior, fungsinya menggerakan bola mata ke bawah dan ke dalam.
·        Muskulus obliques okuli superior, fungsinya memutar mata ke atas, ke bawah, dan ke luar.
Muskulus rektus okuli berorigo pada anulus tendineus komunis, yang merupakan sarung fibrosus yang menyelubungi nervus optikus. Strabismus (juling) disebabkan tidak seimbangnya atau paralisis kelumpuhan fungsi dari salah satu otot mata.
Konjungtiva. Permukaan dalam kelopak mata disebut konjungtiva palpebra, merupakan lapisan mukosa. Bagian yang membekok dan kemudian melekat pada bola mata disebut konjungtiva bulbi. Pada konjungtiva ini banyak sekali kelenjar-kelenjar limfe dan pembuluh darah. Peradangan konjungtiva disebut konjungtivitis.
Kadang-kadang terlihat granulasi kelenjar-kelenjar limfe yang meradang menahun. Misalnya pada trakoma, kadang-kadang telah membentuk jaringan parut.
Okulus
Okulus (mata) meliputi bola mata (bulbus okuli). Nervus optikus saraf otak II, merupakan saraf otak yang menghubungkan bulbus okuli dengan otak dan merupakan bagian penting dari organ visus.

Tunika okuli
Tunika okuli terdiri dari :
1.      Kornea , merupakan selaput yang tembus cahayam, melalui kornea kita dapat melihat membran pupil dan iris. Penampangan kornea lebih tebal dari sklera, terdiri dari 5 lapisan epitel kornea, 2 lamina elastika anterior (bowmen), 3 subtansi propia, 4 lamina elastika posterior, dan 5 endotelium. Kornea tidak mengandung pembuluh darah peralihan, antara kornea ke sklera disebut sclero corneal junction.

2.      Sklera, merupakan lapisan fibrosa yang elastis yang merupakan bagian dinding luar bola mata dan membentuk bagian putih mata. Bagian depan sklera tertutup oleh kantong konjungtiva.

Tunika vaskulosa okuli
Tunika vaskulosa okuli merupakan lapisan tengah dan sangat peka oleh rangsangan pembuluh darah. Lapisan ini menurut letaknya terbagi atas 3 bagian yaitu :
1.      Koroid, merupakan selaput yang tipis dan lebab merupakan bagian belakang tunika vaskulosa. Fungsinya memberikan nutrisi kepada tunika.
2.      Korpus siliaris, merupakan lapisan yang tebal, terbentang mulai dari ora serata sampai ke iris. Bentuk keseluruhan seperti cincin, korpus siliaris terdiri dari orbikulus siliaris, korona siliaris, dan muskulus siliaris. Bagian ini terdapat luar korpus siliaris antara sklera dan korona siliaris. Fungsinya untuk terjadinya akomodasi. Pada proses melihat, muskulus siliaris harus berkontraksi.
3.      Iris, merupakan bagian terdepan tunika vaskulosa okuli, berwarna karena mengandung pigmen, berbentuk bulat seperti piring dengan penampang 12 mm, tebal 12 mm, ditengah terletak bagian berlubang yang disebut pupil. Pupil berguna untuk mengatur cahaya yang masuk ke mata. Bagian belakang dari ujung iris menempel pada lensa mata, sedangkan ujung tepinya melanjut sampai ke korpus siliaris. Pada iris terdapat 2 buah otot : muskulus sfingter pupila pada pinggir iris, dan muskulus dilatator pupila terdapat agak ke pangkal iris dan banyak mengandung pembuluh darah dan sangat mudah terkena radang, bisa menjalar ke korpus siliaris.

Wednesday, December 15, 2010

Fisiologi Organ Aksesoris

BAB II
ISI

Hati
hati atau hepar adalah organ yang paling besar di dalam tubuh kita, warnanya cokelat, dan beratnya ± 1 ½ kg. Letaknya, bagian atas dalam rongga abdomen di sebelah kanan bawah diafragma.
Fungsi hati:
1.      Mengubah zat makanan yang diabsbsorpsi dari usus dan yang disimpan di suatu tempat dalam tubuh, dikeluarkan sesuai dengan pemakaiannya dalam jaringan.
2.      Mengubah zat buangan dan bahan racun untuk diekskresi dalam empedu dan urine
3.      Menghasilkan ensim glikogenik glukosa menjadi glikogen
4.      Sekresi empedu, garam empedu dibuat di hati, dibentuk dalam sistem retikuloendotelium, dialirkan ke empedu
5.      Pembentukan ureum, hati menerima asam amino diubah menjadi ureum, dikeluarkan dari darah oleh ginjal dalam bentuk urine.
6.      Menyiapkan lemak untuk pemecahan terakhir asam karbonat dan air.
Hati membantu mempertahankan suhu tubuh karena luasnya organ ini dan banyaknya kegiatan metabolisme yang berlangsung sehingga mengakibatkan darah banyak mengalir melalui organ ini yang menaikkan suhu tubuh.

Fungsi Pankreas
1.      Fungsi endokrin, membentuk getah pankreas yang berisi enzim dan elektrolit
2.      Fungsi endokrin, sekelompok kecil sel epitelium yang berbentuk pulau-pulau kecil atau pulau langerhans, yang bersama-sama membentuk organ endokrin yang menyekresikan insulin.
3.      Fungsi sekresi eksternal, cairan pankreas dialirkan ke duodenum yang berguna untuk proses pencernaan makanan di intestinum.
4.      Fungsi sekresi internal, sekresi yang dihasilkan oleh pulau-pulau langerhans sendiri langsung dialirkan ke dalam peredaran darah. Sekresinya disebut hormon insulin dan hormon glukagon. Hormon tersebut dibawa ke jaringan untuk membantu metabolisme karbohidrat.
Pankreas menerima  darah dari arteria pankreatika dan mengalirkan darahnya ke vena kava inferior melalui vena pankreatika. Jaringan pankreas terdiri atas lobulus dari sel  sekretori yang tersusun mengitari saluran-saluran halus. Saluran ini mulai dari sambungan saluran-saluran kecil dari lobulus yang terletak di dalam ekor pankreas dan berjalan melalui bagan pankreas dari kiri ke kanan. saluran kecil ini menerima saluran dari lobulus lain dan kemudian bersatu untuk membentuk saluran utama yaitu duktus wirsungi.

Fisiologi Sistem Pencernaan.
Fungsi utama sistem pencernaan adalah memindahkan zat nutrien (zat yang sudah dicerna), air dan garam yang berasal dari zat makanan untu didistribusikan ke sel-sel melalui sistem sirkulasi. Zat makanan merupakan sumber energi bagi tubuh seperti ATP yang dibutuhkan sel-sel yang melaksanakan tugasnya.
Agar makanan dapat dicerna optimal dalam saluran pencernaan, maka saluran pencernaan harus mempunyai persediaan air, elektrolit dan zat makanan yang terus. Untuk ini dibutuhkan:
1.      Pergerakanan makanan melalui saluran pencernaan
2.      Sekresi getah pencernaan dan pencernaan
3.      Absorpsi hasil pencernaan, air, dan elektrolit.
4.      Sirkulasi darah melalui organ gastrointinal yang membawa zat yang diabsorpsi
5.      Pengaturan semua fungsi oleh sistem saraf dan hormon.
Dalam lumen saluran gastrointestinal (GI) harus diciptakan suatu lingkungan khusus supaya pencernaan dan absorpsi dapat berlangsung. Sekresi kelenjar dan kontraksi otot harus dikendalikan sedemikian rupaya supaya tersedia lingkungan yang optimal. Mekanisme pengendalian lebih banyak dipengaruhi oleh volume dan komposisi kandungan lumen gastointestinal.
Sistem pengendalian harus dapat mendeteksi keadaan lumen. Sistem ini terdapat di dalam dinding saluran gastrointestinal. Kebanyakan refleks GI dimulai oleh sejumlah rangsangan di lumen yaitu regangan dinding oleh isi lumen, osmolaritas kimus atau konsentrasi zat yang terlarut, keasaman kimus atau konsentrasi ion H, dan hasil pencernaan karbohidrat, lemak, protein (mono sakarida, asam lemak dan peptida dari asam amino)

Proses Penyerapan Makanan
Jumlah makanan yang dicerna ditentukan oleh instrinsik lapar dan jenis makanan yang ditentukan selera. Mekanisme ini merupakan sistem pengaturan otomatis yang sangat penting untuk menjaga persediaan makanan yang adekuat untuk tubuh.

Mengunyah
Pemecahan partikel besar makanan menjadi partikel kecil dapat ditelan. Gigi untuk mengunyah, memotong, dan menggiling yang bekerja sama dengan otot rahang dengan kekuatan 27,5 – 1.000 kg pada molar. Mengunyah merupakan hal yang penting dalam pencernaan. Enzim pencernaan hanya bekerja pada awal permulaan partikel.

Menelan (deglusi)
Mekanisme kompleks setiap saat melakukan beberapa fungsi dalam beberapa detik ke dalam traktus untuk mendorong makanan dibagi beberapa tahap:
a.       Tahap volunter, mencetuskan proses menelan
b.      Tahap faring, bersifat volunter dalam membantu jalan makanan melalui faring ke dalam esofagus.
c.       Tahap esofagus, tahap involunter mempermudah jalannya makanan dari faring ke dalam lambung.
Tahap menelan merupakan suatu gelombang perilstaltik cepat dari faring yang mendorong bolus makanan kedalam esofagus ke bagian atas. Seluruh proses terjadi dalam waktu 2 detik.
Pengaturan saraf pada tahapan menelan.
Impuls dari faring ke daerah lain melalui bagian sensorik saraf trigeminal dan glosofaring ke dalam daerah medula oblongata. Impuls motorik menyebabkan penelanan dijalankan kesaraf kranial V, IX, X dan XII dan beberapa saraf vertikal superior. Seluruh tahap siklus penelanan ke faring mengganggu proses pernapasan hanya sekejap saja dalam siklus respirasi.

Tahap menelan di esofagus
Esofagus hanya berfungsi untuk menyalurkan makanan dari faring ke lambung gerakan diatur secara khusus yaitu:
a.       Peristaltik primer: Kelanjutan gelombang peristaltik, dari faring menyebar ke esofagus, dihantarkan ke ujung esofagus dengan posisi tegak lurus. Gelombang ini berlangsung 5-8 detik.
b.      Perilstltik sekunder: Dihasilkan dari peregangan esofagus oleh makanan yang tertahan dan berlanjut sampai mekanan dikosongkan ke dalam lambung.
Secara fisiologis dfingter esofagus berkontraksi secara tonik dengan tekanan intraluminal sekitar 30 mmHg. Gelombang ini merelaksasi esofagus bagian bawah mempermudah mendorong makanan ke dalam lambung.

Makanan di lambung
Isi lambung bersifat sangat asam dan mengandung banyak enzim proteolitik. Kontraksi tonik dari sfingter esofagus bagian bawah akan membantu mencegah refluks isi lambung ke dalam esofagus.

Fungsi motorik lambung meliputi:
1.      Menyimpan sejumlah makanan sampai dapat diproses di duodenum
2.      Mencampur makanan dengan sekresi lambung sampai membnetuk satu campuran setengah cair.
3.      Mengosongkan makanan dengan lambat dan lambung ke dalam usus halus pada kecepatan yang sesuai dan absorpsi yang tepat.
Makan yang baru terletak dekat permukaan esofagus dan paling akhir terletak dekat dinding lambung secara progresif menampung sejumlah makanan sampai batas sempurna.
Gambaran lambung disekresi oleh kelenjar gastrik yang menutupi hampir seluruh dinding korpus lambung. Saat lambung berisi makanan, gelombang konstiktor peristaltik yang lemah disebut gelombang pencampur, mulai timbul dibagian tengah dinding lambung dan bergerak kearah antrum sepanjang dinding lambung sekitar 15-20 detik.
Kimus, sudah bercampur dengan cairan lambung, hasil campuran makanan berjalan ke usus. Derajat keenceran kimus bergantung pada jumlah relatif makanan dan sekresi lambung. Ciri-ciri kimus keruh seperti susu setengah cair.
Kontraksi lapar, terjadi bila lambung telah kosong setelah beberapa jam. Kontraksi ritmik terjadi dalam korpus lambung. Kontraksi sangat kuat dan bersatu, kontraksi tetanik yang kontinu selama 2-3 menit. Kontraksi lapar kadang-kadang mengalami sensasi nyeri bagian bawah lambung sesudah makan kontraksi lapar dan berkurang.

Pengosongan lambung
Terjadi karena perilstaltik yang kuat pada antrum lambung. Walaupun terdapat kontraksi tronik sfingter pilorus, biasanya air dan cairan dikosongkan dari lambung dengan mudah. fungsi sfingter pilorus pada pengendalian pengosongan lambung terbatas pada pengosongan lambung, kontraksi antrum diikuti oleh kontraksi pilorus. Kecepatan pengosongan lambung diatur oleh sinyal lambung dan duodenum.

Faktor refleks duodenum
Refleks saraf dinding duodenum melewati lambung dan melambatkan pengosongan lambung, diperantarai oleh:
a.       Langsung dari duodenum ke lambung melalui sistem enterik lambung
b.      Melalui saraf ekstrinsik yang mengarah ke ganglia simpatik dan kembali ke lambung melalui serat saraf simpatik.
c.       Melalui nervus ke batang otak menghambat sinyal eksutatorik.

Pergerakan usus halus
Gerakan usus halus menyebabkan pencampuran dan pendorongan. Frekuensi maksimal kontraksi segmentasi dalam usus halus ditentukan oleh frekuensi gelombang lambat dalamdinding usus. Kontraksi segmentasi menjadi lemah bila aktivitas perangsangan sistem saraf enteril dihambat oleh atropin. Fungsi gelombang peristaltik tidak hanya mendorong kimus sepanjang usus. Proses ini meningkat sewaktu kimus masuk ke duodenum. Ilieosekalis peristaltik meningkat dalam ileum dan mendorong kimus melewati katup ileosekalis dan masuk ke dalam sekum.

Pembangkit refleks enterogastrik
a.       Derajat peregangan duodenum
b.      Adanya iritasi dalam mukosa doudenum
c.       Derajat keasaman kimus duodenum
d.      Derajat osmolalitas kimus
e.       Adanya hasil pemecahan tertentu dalam kimus protein/ lemak.
Fungsi katup ileosekalis mencegah aliran balik isi kolon ke dalam usus halus. Katup ileosekal menonjol ke dalam lumen sekup dan tertutup erat. Bila terbentuk tekanan yang berlebihan dalam sekum akan mencoba mendorong ke belakang, mendorong bibir, dan katup dapat menahan tekanan balik dan usus besar. Bila sekum diregangkan maka kontraksi sfingter ileosekal ditingkatkan dan peristaltik ileum dihambat sehingga menunda pengosongan kimus dari ileum.

Gerakan kolon
Kolon mengabsorpsi air dan elektrolit dari kimus dan penimbunan bahan feses sampai dapat dikeluarkan. Pergerakan kolon secara normal sangat lambat dan mempunyai karakteristik yang sama dengan gerakan usus halus yaitu gerakan mencampur dan gerakan mendorong.

Gerakan mencampur
Pada saat yang sama terkumpul 3 pita longitudinal yang disebut tenia koli. Kontraksi gabungan ini menyebabkan usus besar membentuk seperti kantong yang disebut haustrea. Kontraksi puncak 30 detik, kemudian menghilang 60 detik. Kontraksi bergerak lambat ke arah anus. Karena bergerak lambat maka terjadi pemutaran dan pengadukan dalam usus besar.

Gerakan mendorong
Ditimbulkan oleh gerakan lambat ke arah anus dan gerakan massa. Dorongan oleh kontraksi membutuhkan waktu 8-15 jam untuk menggerakan kimus katup ileosekal sampai di kolon transversum. Timbulnya pergerakan massa dipermudah oleh refleks gastrokolik dan duodenokolik melalui saraf ekstinsik saraf otonom.

Defekasi
Pergerakan massa mendorong feses masuk ke dalam rektum sehingga secara normal timbul keinginan untuk defekasi termasuk refleks kontraksi rektum dan refleksi sfingter anus. Refleks defekasi, bila feses masuk rektum maka peregangan dinding rektum menimbulkan sinyal-sinyal aferen yang menyebar melalui pleksus mesenterikus untuk menimbulkan gelombang peristaltik dalam kolon desendens, sigmoid, dan rektum yang mendorong feses ke anus.

Sistem sekresi saluran pencernaan
Sekresi kelenjar terbentuk sebagai respons terhadap adanya makanan dalam saluran pencernaan. kelenjar sekretori mempunyai dua fungsi yaitu enzim pencernaan yang disekresi sebagian rongga mulut sampai ujung distal ileum dan kelenjar mukus dari rongga mulut sampai ke anus.

Prinsip dasar sekresi saluran cerna:
a.       Permukaan epitelium traktus gastrointestinal memiliki berjuta-juta kelenjar mukus yang berfungsi merespons perangsangan epitelium bekerja sebagai pelumas dan melindungi permukaan pencernaan
b.      Curuk (krista lieberkuch), permukaan traktus gastrointestinal dikelilingi oleh curuk yang mengandung sel sekretri khusus, merupakan invaginasi dari epitel ke dalam submukosa.
c.       Kelenjar tubular, dalam lambung bagian duodenum menyekresi asam dan pepsinogen.
d.      Kelenjar saliva pankreas dan hati berhubungan dengan saluran cerna menghasilkan sekresi untuk pencernaan atau emulsi makanan.

Mekanisme rangsangan kelenjar
Sekresi getah cerna merangsang langsung dengan makanan, dilakukan oleh perangsangan taktil, iritasi kimiawi akibat rangsangan kimiawi, dan peregangan dinding usus. Rangsangan parasimpatis meningkatkan laju kecepatan sekresi kelenjar secara bervariasi. Nervus vagus dan nervus kranialis parasimpatis merangsang kelenjar saliva, kelenjar esofagus, dan kelenjar Brunner pada duodenum. Sekresi usus halus terjadi sebagai respons terhadap rangsangan terhadap rangsangan saraf dan hormonal segmen anus.
Rangsangan simpatis mengakibatkan terjadinya peningkatan sekresi dari masing-masing kelenjar yang menyebabkan penyempitan pembuluh darah yang menyuplai kelenjar. Rangsangan simpatis mengurangi sekresi dan suplai darah.


Membuat proposal skripsi dan proposal thesis

Skripsi dan thesis merupakan salah satu momok yang menakutkan bagi sebagian mahasiswa S1 maupun S2 di Indonesia. Banyak mahasiswa sarjana maupun pasca sarjana yang tidak selesai kuliah karena penulisan skripsi dan thesis tidak kelar-kelar.
Ada beberapa tips agar skripsi dan thesis cepat selesai:
1. Tentukan judul yang kira-kira mudah untuk dikerjakan.
Ada sebuah peralatan menarik, yang tujuanya sekedar untuk fun saja, namun mungkin bisa bermanfaat. Ada generator judul skripsi dan thesis bagi mahasiswa Ilmu Komputer dan Informatika, bisa dicoba di sini.

2. Membuat kerangka tulisan.
Kerangka tulisan dibuat terlebih dahulu untuk memudahkan dalam mengembangkan tulisan.

3. Fokus pada tulisan dengan batasan yang jelas.
Tujuan dari skripsi dan thesis adalah agar lulus kuliah, jadi tidak perlu menjadi orang yang idealis dan perfeksionis. Fokus saja pada satu bahasan yang jelas dan mudah. Menurut dosen saya dulu, bikin skripsi atau thesis tidak harus tebal, bahkan kalau bisa setipis mungkin, yang penting singkat dan jelas.
Pertama, dosen penguji sebenarnya malas untuk membaca thesis yang tebal, karena selain memeriksa skripsi anda, mereka juga memiliki kesibukan yang lain. Kedua, thesis yang terlalu tebal biasanya malah tidak fokus. Ketiga, semakin sedikit tulisan, maka jumlah kesalahan baik dalam analisa maupun penulisan bisa semakin sedikit.
Jika Anda masih nekat ingin membuat skripsi dan thesis dengan penelitian yang bertahun-tahun, tumpahkanlah keinginan anda itu dalam bentu penelitian yang disponsori. Buat dulu skripsi yang mudah dan cepat selesai, lalu jadi sarjana, dan dengan modal gelar sarjana Anda, ajukan proposal penelitian ke sponsor dan luapkan hasrat penelitian itu dengan melakukannya dengan sempurna, karena selain hasrat meneliti terpenuhi, kemungkinan besar akan banyak dana mengalir ke rekening Anda dari sponsor.
Beberapa teman-teman saya kuliahnya hancur, kehabisan uang, ditinggal kawin sama pacar, gara-gara ingin membuat thesis yang rumit dan sempurna. Sebagian lagi sampai tulisan ini dipublikasikan ada yang belum selesai menulis skripsi.
Yang paling penting, walaupun banyak website yang menyediakan download skripsi dan thesis, hindari yang namanya plagiasi, karena selain tidak etis, jika ketahuan bisa dituntut, bahkan gelar kesarjanaan bisa dibatalkan.
 

Tuesday, December 14, 2010

Pengertian manajemen

Manajemen bukanlah kita punya sayur-sayuran lantas kita memasaknya. 

Manajemen adalah tidak punya apa-apa tapi sanggup menyuguhkan sayur kepada orang yang memerlukan.

Manajemen adalah ditiadakan namun mampu menjadi lebih ada dibanding pihak yang meniadakan.

Manajemen adalah kaki diborgol kemudian memenangkan lomba lari melawan orang yang memborgol.

Manajemen adalah sayapmu dipangkas namun mampu terbang lebih cepat, tinggi, dan jauh dibanding mereka yang memangkas sayapmu.

Manajemen adalah hampir tak ada air tapi bisa mandi dan menjadi lebih bersih dibanding pencuri airmu.

Manajemen adalah engkau tak boleh bicara, tak ditampilkan, tak ditayangkan, tak dianggap ada, namun mampu hadir lebih mendalam dan evergreen didalam kalbu orang banyak dibanding mereka yang membunuh eksistensimu atau mereka yang diunggul-unggulkan dimuat-muat ditayang-tayangkan dibesar-besarkan siang malam oleh penindasmu.